Karena Api Setitik, Rusak Bisnis Kemana-mana !

Pekerjaan proyek renovasi, baik itu di gedung, hotel, toko maupun apartemen, selalu saja menyimpan potensi bahaya yang cukup besar. Baik itu berupa kecelakaan kerja, rusaknya equipment dan bangunan, maupun bahaya dari api kebakaran.

Manager Proyek, Manager Operasional maupun Risk Control Manager, harus mampu mengidentifikasi bahaya apa saja yang mungkin terjadi saat renovasi dilakukan dan bagaimana mengantisipasinya. Pengamanan Renovasi dan keamanan renovasi tidak boleh lagi dilihat sebelah mata, alias harus diperhatikan dengan benar, profesional dan diterapkan di lapangan.

Beberapa langkah yang bisa kita lakukan, antara lain adalah :

1. Budaya dan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja haruslah ditegakkan sejak dini, disampaikan kepada para pelaksana proyek dan dimintai komitmennya untuk mematuhinya dengan Zero Tolerance.

2. Mintai nama kontraktor dan penanggungjawabnya / pimpinan proyek untuk menyebutkan jenis pekerjaan apa saja yang akan dilakukan, berapa lama (tanggal pelaksanaan dan waktu pengerjaan), berapa banyak pekerja yang terlibat, dimana saja dan mengisi isian checklist renovasi.

3. Mengidentifikasi dampak aktivitas yang mungkin terjadi dari pekerjaan yang menimbulkan api, semisal dari pekerjaan pengelasan, pemotongan logam, gesekan benda padat dan pencampuran fluida yang menimbulkan api.

Selain itu, kita pun perlu mengidentifikasi adakah bahaya yang mungkin terjadi dari gas atau bau yang menyengat dan merusak kesehatan atau menghilangkan kesadaran/konsentrasi berkerja ? Bahaya gas atau bau tak sedap dapat ditimbulkan dari pipa gas yang terpotong, gas alam dari dalam bumi, biogas dari kotoran pembuangan/tinja atau sampah organik, pekerjaan instalasi gas, penempelan materal yang menggunakan lem berbau menyengat, dan lain sebagainya.

Bahaya lain yang perlu diidentifikasi, adalah bahaya kebocoran, rembesan, atau banjir karena perbaikan dan pemasangan pipa atau plumbing. Juga bahaya atas keselamatan kerja lainnya.

4. Pastikan alat pengaman keja sesuai Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja sudah ada, lengkap dan dipatuhi semua pekerja pekerja proyek. Alat pengaman kerja harus sudah tersedia di tempat, tersebar secara merata sesuai jenis resikonya dan dipastikan kembali siap digunakan setiap saat. Seperti : Alat pemadam api ringan (Apar), Handy Talky, Senter, Exchaust Fan, Tempat pembuangan sementara, Alat kebersihan dan pengaman lainnya, dan tekanan air minimal 5 bar (73,5 psi).

5. Memberikan perhatian yang lebih besar, serius dan seksama saat pekerjaan renovasi dilakukan pada malam hari.

6. Mengkoordinasikan rincian pekerjaan dengan Building Manager atau otoritas lain yang behubungan dengan pekerjaan renovasi, termasuk kebutuhan pengamanan tambahan, listrik dan penerangan, sumber air bersih tambahan dan lain sebagainya.

7. Menginventarisis peralatan dan alat-alat pendukung lainya, dan melarang membawa peralatan, perlengkapan atau alat lain diluar keperluan proyek renovasi. Penempatan material dan peralatan kerja harus pada lokasi yang aman dan tidak membahayakan orang/pekerja yang lalu lalang.

8. Menempatkan petugas Security per lantai (atau sesuai kebutuhan) untuk mengawasi secara seksama selama pekerjaan berlangsung.

9. Memenuhi persyaratan standar keamanan dan keselamatan pekerja proyek, antara lain :

a. Mengisolasi area pekerjaan renovasi dari area publik lainnya untuk meminimalisasi gangguan suara (bising), debu, bau, cairan kotor atau aliran air (licin) dan melengkapi dengan tulisan : “Mohon Maaf atas Ketidaknyamanan yang Terjadi Selama Proses Renovasi”

b. Memastikan pengawas proyek melakukan pemeriksaan rutin / berkala dengan menggunakan checklist yang diketahui dan disetujui oleh Pimpinan Proyek dan Operational Manager.

c. Setiap pekerja harus mendaftarkan identitasnya (KTP) dan menggunakan ID Card selama di area proyek atau didalam gedung.

d. Melakukan check-body bagi keluar masuknya pekerja proyek dan hanya melalui satu pintu pengawasan.

e. Setiap pekerja harus menggunakan topi, sepatu (tidak boleh sandal) dan seragam proyek guna memudahkan pengenan dan pengawasan pekerjaan, dan dilarang mengganti pakaian didalam area proyek.

f. Dilarang merokok, membuang sampah sembarangan, membawa senjata tajam pribadi dan mengerjakan bagian pekerjaan yang bukan menjadi bagiannya, tanpa sepengetahuan pengawas atau pimpinan proyek.

g. Dilarang menghidupkan, menjalankan atau menggunakan alat-alat atau mesin-mesin yang bukan menjadi tugasnya, termasuk coba-coba dan perbuatan iseng lainnya.

h. Menjaga etika, sopan santun, serta membersihkan dan merapikan kembali peralatan dan area kerja sebelum meninggalkan area renovasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: