RI-Jepang Capai Kesepakatan Perpanjangan Ekspor LNG

Jakarta – Tiga perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia, yaitu Pertamina, Total Indonesie dan Inpex Corporation menandatangani Head of Agreement (HoA) untuk perpanjangan penjualan LNG dengan 6 pembeli asal Jepang yang tergabung dalam Western Buyers.

Keenam pembeli Western buyers ini terdiri dari Chubu EPC, Kansai EPC, Kyushu EPC, Nippon Steel Co, Ltd, Osaka Gas Co, Ltd dan Toho Gas Co, Ltd. Penandatanganan kontrak dilakukan di Osaka, Jepang, Jumat (13/2/2009).

Kontrak penjualan akan berlaku selama 10 tahun, antara tahun 2011-2020. Total volume LNG yang terkontrak adalah 25 juta ton, dan akan disuplai dari Kilang Bontang.

Gas yang akan diekspor tersebut diambil dari Blok Mahakam yang dioperasikan oleh Total E&P Indonesie.

Rinciannya perpanjangan ekspornya adalah sebagai berikut:

1.     Pengiriman LNG sebanyak 3 juta ton per tahun untuk 5 tahun pertama dilakukan dengan pola transportasi 2 juta ton LNG dalam bentuk CIF dan 1 juta ton LNG dalam bentuk FOB.

2.     Pengiriman LNG sebanyak 2 juta ton per tahun untuk 5 tahun kedua dilakukan dengan pola transportasi 1 juta ton LNG dalam bentuk CIF dan 1 juta lainnya FOB.


Menurut Kepala BP Migas R.Priyono, Indonesia memperoleh sejumlah keuntungan dari penandatanganan kontrak ini.

“Keuntungan pertama adalah, penandatanganan HOA LNG Sales extension ini akan memberikan manfaat langsung bagi penambahan volume gas untuk pemenuhan kebutuhan gas domestik, disamping memberikan tambahan keuntungan tersendiri bagi penerimaan negara,” katanya dalam keterangan BP Migas yang diterima detikFinance, Jumat (13/2/2009).

Dengan adanya kesepakatan harga jual kargo LNG yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual sebelumnya, maka akan membantu pencapaian tingkat keekonomian proyek gas di blok Mahakam.

Harga jual yang tinggi juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik dengan harga yang dapat diterima oleh pasar domestik. Perbandingan prosentase antara ekspor LNG dan pemenuhan kebutuhan gas domestic adalah 54 % dan 46 %.

“Keuntungan kedua adalah, penandatanganan ini juga akan menghapus klaim shortage LNG sehingga pemerintah Indonesia tidak akan menanggung klaim biaya dari para pembeli. Kondisi ini juga akan berlaku pada kontrak baru lainnya,” lanjutnya.

Penghapusan klaim shortage LNG sebanyak 90 kargo hingga tahun 2010 yang diminta oleh Western Buyers kepada Indonesia akhirnya dihapus.

Penghapusan klaim tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan Deliverability Resolution Agreement (DRA) antara Pertamina dengan para pembeli LNG Western Buyers.

Keuntungan lain yang bakal dipetik Indonesia dari penandatanganan tersebut, menurut Priyono adalah peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang.

“Penandatanganan HoA Sales extension dan DRA tersebut memberikan dampak yang positif bagi peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang, disamping meningkatnya saling rasa kepercayaan di bidang perdagangan diantara kedua negara tersebut,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: